Panduan untuk pemula

Coding dari mana saja, cukup dengan berbicara.

Comote menghubungkan laptop atau HP Anda ke satu development workspace di VPS. Tulis permintaan dengan kalimat biasa, Codex mengerjakan kodenya, lalu Anda review, commit, push, dan deploy dari satu tempat.

Comote bersifat privat. Link aplikasi production dapat dibuat publik.

HPChat & approve
CVPSCode + database
LaptopWorkspace yang sama
GitHub source of truth untuk code

Gambaran sederhana

Yang berpindah hanya layar Anda, bukan development-nya.

01

VPS adalah komputer kerja

Project, Codex, preview, database, dan aplikasi yang berjalan berada di VPS.

02

HP dan laptop adalah pengendali

Buka Comote dari perangkat mana saja. Semua perangkat melihat workspace yang sama.

03

GitHub menyimpan code resmi

Setelah menekan Push, commit tersimpan di GitHub. Database dan secret tidak ikut masuk GitHub.

Aturan praktis: Code → GitHub Database & file runtime → VPS Password & secret → penyimpanan privat VPS

Quick start

Mulai dalam 5 langkah

Ikuti urutan ini saat pertama kali menggunakan Comote.

1

Hubungkan perangkat ke Tailscale

Pasang Tailscale di laptop atau HP, lalu login ke tailnet yang sama. Setelah terhubung, buka:

comote-vps.tailb6b750.ts.net ↗
Kenapa? Alamat Comote tidak dibuka ke internet umum. Tailscale menjadi pintu privat menuju VPS.
2

Login ke Comote

Beri nama perangkat, misalnya HP Bob atau Laptop, lalu masukkan password Comote. Nama perangkat otomatis dicatat pada commit yang dibuat dari UI.

Halaman login Comote dengan kolom nama perangkat dan password
Login Comote adalah lapisan keamanan kedua setelah Tailscale.
3

Tambahkan project

Tekan + Add. Pilih Import GitHub bila repository sudah ada, atau Create new untuk project kosong.

  • Public repository dapat langsung di-import.
  • Private repository memerlukan akses GitHub pada VPS.
  • Project kosong perlu dihubungkan ke repository GitHub sebelum Push.
Dialog Add project pada Comote dengan tab Import GitHub dan Create new
Tempel URL seperti https://github.com/username/nama-project.
4

Mulai session dan tulis permintaan biasa

Pilih project, tekan + New, lalu tulis apa yang Anda inginkan. Tidak perlu menghafal command terminal.

Dashboard Comote dengan daftar project, session, area chat, dan panel Changes
Desktop menampilkan project, session, chat, dan Changes sekaligus.
5

Review hasil sebelum menyimpan

Codex dapat meminta approval sebelum menjalankan tindakan tertentu. Baca alasan atau command-nya, kemudian pilih Allow once bila sesuai. Setelah selesai, periksa daftar file dan diff di panel Changes.

Jangan asal approve. Untuk tindakan menghapus data, mengubah server, atau mengirim sesuatu ke layanan luar, pastikan targetnya benar.

Menyimpan pekerjaan

Workflow code yang aman

Setiap session baru bekerja di task branch terpisah, sehingga dua pekerjaan tidak saling menimpa.

1CodingBerikan instruksi ke Codex
2ReviewLihat file dan diff
3Commit taskSimpan checkpoint
4Merge mainGabungkan hasil final
5Push mainKirim ke GitHub
6DeployTerbitkan aplikasi

Commit task

Isi Commit message dengan kalimat singkat seperti feat: tambah halaman produk, lalu tekan Commit with device note.

Commit otomatis mencatat perangkat, VPS, Codex, dan session asal.

Push task vs Push main

Push task branch hanya mengirim cabang pekerjaan untuk backup/review. Push main mengirim versi resmi yang sudah digabungkan ke GitHub.

Merge into main

Lakukan setelah task bersih dan sudah di-commit. Jika ada konflik, Comote berhenti aman; minta Codex membantu menyelesaikannya.

Repository public tetap butuh izin push

Public berarti siapa pun boleh membaca, bukan menulis. Push tetap memerlukan SSH key atau credential GitHub dengan akses ke repository.

GitHub

Menghubungkan repository

Lakukan satu kali untuk project baru yang dibuat dari Comote.

  1. 1
    Buat repository kosong di GitHub

    Untuk menghindari konflik awal, jangan centang README atau .gitignore jika project sudah dibuat di Comote.

  2. 2
    Buka Settings di Comote

    Pilih project terlebih dahulu, lalu tekan ikon roda gigi.

  3. 3
    Isi GitHub repository URL

    Tempel URL repository, tekan Save remote, kemudian gunakan Push main.

  4. 4
    Pastikan VPS memiliki akses tulis

    Deploy key yang ada untuk repository Comote tidak otomatis berlaku pada repository lain. Gunakan key akun GitHub untuk banyak repo, atau deploy key tersendiri per repo.

Settings Comote dengan bagian Project Git remote
Bagian Project Git remote mengikuti project yang sedang dipilih.

Preview & production

Lihat dulu, lalu deploy.

Preview dan production memiliki fungsi yang berbeda.

Private preview

Untuk mengecek pekerjaan

  • Hanya dapat dibuka melalui Tailscale.
  • Menjalankan task/session yang sedang dipilih.
  • Hanya satu preview aktif pada satu waktu.
  • Cocok untuk mengecek tampilan sebelum merge.

Tombol: Start preview → Open preview → Stop

Production

Untuk aplikasi yang dipakai

  • Berjalan di subdomain publik nama.apps.devop.my.id.
  • Mengambil canonical branch yang bersih.
  • Memiliki HTTPS dan release terpisah.
  • Dapat rollback ke release sebelumnya.

Tombol: Deploy production → Open production

Database cukup lewat prompt

Anda tidak perlu memasang database secara manual.

Minta Codex membuat comote.deploy.json sesuai kebutuhan. Comote sudah siap untuk SQLite, PostgreSQL, MySQL, dan Redis.

SQLitePaling ringan

Cocok untuk MVP, tool pribadi, dan traffic kecil.

PostgreSQLRekomendasi app serius

Cocok untuk banyak data, relasi, dan pengembangan jangka panjang.

MySQLKompatibel luas

Gunakan bila framework atau project Anda membutuhkannya.

RedisTambahan opsional

Untuk cache, queue, rate limit, atau session cepat.

Contoh prompt“Siapkan aplikasi ini untuk deploy di Comote. Gunakan SQLite, buat migration, persistent storage, dan health check.”

Di handphone

Semua fitur penting tetap tersedia.

Gunakan menu bawah untuk berpindah antara Projects, Chat, dan Changes.

Contoh sehari-hari

Apa yang perlu saya tulis?

Gunakan bahasa Indonesia atau Inggris. Jelaskan hasil yang diinginkan.

Bangun fitur

“Tambahkan login email dan password. Gunakan SQLite dulu, buat test, lalu beri saya ringkasan.”

Perbaiki masalah

“Tombol simpan tidak bekerja di HP. Cari penyebabnya, perbaiki, lalu test pada ukuran mobile.”

Audit

“Audit security dan reliability app ini. Perbaiki temuan yang aman, jalankan test, lalu rangkum hasilnya.”

Persiapan deploy

“Siapkan production config untuk Comote dengan PostgreSQL, migration, health check, dan SESSION_SECRET.”

Lanjut dari perangkat lain

“Baca pekerjaan terakhir di session ini dan lanjutkan bagian checkout yang belum selesai.”

Review sebelum merge

“Review semua perubahan task ini, jalankan test, dan beri tahu apakah sudah aman untuk di-merge.”

Bila ada kendala

Checklist cepat

Sebagian besar masalah dapat dikenali dari pesan yang muncul di UI.

Comote tidak dapat dibuka

Pastikan aplikasi Tailscale aktif dan perangkat login ke tailnet yang sama. Comote memang tidak dapat dibuka dari internet umum.

Import repository gagal

Periksa URL GitHub. Public repository harus dapat dibuka tanpa login. Untuk private repository, akses GitHub perlu dikonfigurasi pada VPS.

Push gagal atau meminta login

Repository tujuan belum memberikan akses tulis kepada SSH key/credential VPS, atau remote masih menggunakan metode autentikasi yang berbeda.

Preview tidak mau berjalan

Minta Codex memasang dependency dan memastikan package.json memiliki script dev atau start. Baca Preview logs untuk detail.

Deploy production gagal

Pastikan canonical branch bersih, dependency memiliki package-lock.json, required secret sudah disimpan, dan health check aplikasi berhasil.

Ada conflict saat Merge

Jangan memaksa merge. Kembali ke session task dan minta: “Selesaikan conflict dengan main, jalankan test, lalu commit hasilnya.”

Siap mulai?

Buka Comote dan katakan apa yang ingin Anda buat.

Mulai dari perubahan kecil, review hasilnya, lalu gunakan workflow commit → merge → push → deploy.

Buka Comote